“Ah, Anak Saya Tidak Perlu Divaksin.”

Orang tua bertanggung jawab penuh atas kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, termasuk melindungi mereka dari penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. The Canadian Pediatric Society mendesak semua anak di Kanada untuk mendapatkan vaksin influenza secara rutin, kecuali terdapat alasan medis tertentu untuk tidak memberikannya. Namun, bagaimana jika orang tua menolak untuk memberikan vaksinasi kepada anak?

Pertama, orang tua harus memahami terlebih dahulu risiko yang dapat terjadi apabila anak-anak tidak divaksinasi. Selain itu, orang tua pun harus memahami cara untuk mengurangi kemungkinan anak-anak terkena infeksi dan/atau menyebarkan infeksi kepada orang lain.

Penting untuk memahami bahwa vaksinasi pada bayi dan anak-anak dapat mencegah beberapa penyakit serius yang bahkan dapat menyebabkan kematian. Beberapa contoh penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi, antara lain:

  • Measles (campak) : dapat menyebabkan pembengkakkan otak, memicu kerusakan otak, bahkan kematian,
  • Mumps (gondong) : dapat menyebabkan tuli permanen,
  • Meningitis : dapat menyebabkan tuli permanen atau kerusakan otak,
  • Polio : dapat menyebabkan kelumpuhan permanen.

Hingga saat ini, penyakit-penyakit tersebut belum dapat disembuhkan. Satu-satunya cara yang terbukti paling efektif untuk mencegah penularannya adalah dengan pemberian vaksinasi. Meskipun penularan penyakit dapat dicegah dengan menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, namun beberapa penyakit—seperti campak—juga dapat menular melalui udara.

Vaksinasi memang tidak memberikan jaminan 100 persen bahwa anak-anak akan terlindung dari segala penyakit. Namun jika anak-anak tidak divaksinasi sama sekali, maka sangat tinggi risiko untuk tertular maupun menularkan penyakit. Terlebih, besarnya risiko mengalami komplikasi hingga risiko kematian.

Jika anak-anak tidak divaksinasi, maka sistem kekebalan tubuhnya akan menjadi lebih lemah. Sehingga tubuhnya tidak mampu mengenali virus penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Pun tidak memiliki kemampuan untuk melawan virus tersebut. Terlebih jika anak-anak tidak divaksinasi kemudian terinfeksi penyakit, maka besar kemungkinannya untuk menularkan ke orang lain. Hal ini tentu sangat membahayakan lingkungan sekitar.

Jika orang tua beranggapan bahwa anak-anaknya tidak perlu divaksin, maka akan lebih bijak untuk tidak mengizinkan anak-anak tersebut keluar rumah dan/atau bersosialisasi dengan orang lain. Sehingga dapat mengurangi risiko-risiko yang telah dipaparkan sebelumnya.

Penulis : Putri Aprila Warmy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *