flu burung h5n1 mewabah lagi di cina

Flu Burung H5N1 yang ganas mewabah kembali di Cina!

  • Temuan strain virus flu burung H5N1 yang “sangat ganas” telah dilaporkan di provinsi Hunan China, menurut Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Cina (China’s Ministry of Agriculture and Rural Affairs).
  • Menurut laporan dari Reuters, 4.500 ayam mati di peternakan tempat wabah itu terjadi.
  • Pemerintah memusnahkan hampir 18.000 ayam sebagai upaya reaksi cepat untuk membatasi wabah.
  • Menurut USGS, keganasan sebuah strain virus flu burung berkaitan dengan kemampuannya untuk membunuh unggas.
  • Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan bahwa meski kasus H5N1 dapat terjadi pada manusia, virus tersebut “tidak menulari manusia dengan mudah.”

Flu Burung H5N1 Mewabah Kembali di Cina

Wabah H5N1 Hunan kerap mewabah kembali, bahkan ketika otoritas kesehatan Cina sedang kewalahan dalam perjuangannya untuk menahan penyebaran virus corona jenis baru; 2019 nCoV — yang semakin menambah tekanan pada sumber daya negara yang sudah sangat tegang untuk memerangi ancaman kesehatan.

Flu Burung H5N1 mewabah kembali
Avian Flu Conceptual Art by Mauro Fermariello

Cina telah melaporkan wabah flu burung dengan strain H5N1 (Avian Influenza) yang sangat mematikan di provinsi Hunan, yang terletak di perbatasan selatan provinsi Hubei — pusat penyebaran virus corona.

“Wabah terjadi di sebuah peternakan di distrik Shuangqing di kota Shaoyang. Peternakan tersebut memiliki 7,850 ayam, dan 4,500 ayam telah mati karena penularan virus flu burung H5N1. Pemerintah setempat telah memusnahkan 17.828 unggas sebagai upaya untuk menanggulangi wabah,” menurut sebuah pernyataan oleh Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan Cina pada hari Sabtu.

Sejauh ini tidak ada pelaporan kasus virus Hunan H5N1 yang menginfeksi manusia.

Selain coronavirus, Cina tengah berurusan dengan wabah African Swine Fever yang telah memusnahkan populasi babi negara itu selama dua tahun terakhir.

Penularan Flu Burung H5N1 Mematikan Pada Manusia

Virus Avian Influenza H5N1 — disebut sebagai flu burung — menyebabkan penyakit pernafasan yang parah pada unggas, dengan potensi penularan kepada manusia. Virus ini pertama kali terdeteksi pada tahun 1996 di peternakan angsa di Cina.

Penularan pada manusia mungkin saja terjadi, meski tidak semudah itu untuk menularkan H5N1 antar manusia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). “Sebagian besar infeksi manusia dengan virus avian influenza terjadi setelah kontak lama dan erat dengan unggas yang terinfeksi”, menurut Centers of Disease Control and Prevention.

“Penyebaran virus antar manusia meskipun langka, namun telah terjadi. Tetapi belum ada tanda-tanda keberlanjutan, dan tidak ada identifikasi penyebaran virus ini pada tingkat masyarakat (komunitas).”

Meskipun demikian, H5N1 sangat mematikan bagi manusia yang tertular, dengan tingkat kematian lebih dari 50 persen dalam kasus yang tercatat selama 15 tahun terakhir — jauh lebih mematikan bagi manusia daripada SARS (tingkat kematian 10 persen) atau coronavirus baru (tingkat kematian sebesar 2 persen pada hari ini).

 

Komentar