kematian pertama pneumonia misterius

Pneumonia misterius: Kematian pertama di Cina

Pneumonia misterius: Kematian pertama di Cina. Ketika Cina bersiap untuk peningkatan gelombang perjalanan Tahun Baru Imlek yang akan datang, otoritas kesehatan setempat melaporkan kematian pertama warga Wuhan akibat pneumonia misterius pada hari Sabtu. Hal ini mempertinggi kekhawatiran atas kemungkinan gejolak yang mirip dengan wabah SARS pada awal tahun 2000-an.

Menurut pihak berwenang, kematian pertama terjangkit merupakan seorang pria berusia 61 tahun yang dirawat di rumah sakit setelah menderita sesak napas dan pneumonia berat di kota Wuhan, Cina tengah. Kematian pertama tersebut terjadi pada hari Kamis, 9 Januari 2020.

Komisi Kesehatan Kotamadya Wuhan mengatakan bahwa 41 orang berada di bawah karantina rumah sakit dengan dugaan infeksi virus misterius, tujuh di antaranya saat ini dalam kondisi kritis. Mereka mengatakan bahwa 739 insiden kontak dekat berada di bawah pengawasan medis ketat, angka ini meningkat dari 163 sebelumnya. 419 kasus tersebut melibatkan petugas medis.

Beijing memperkirakan sekitar 3 miliar perjalanan, termasuk 400 juta dengan kereta api, mendekati tahun baru Cina (Imlek). Sekitar 7 juta turis Tiongkok juga diperkirakan akan bepergian ke luar negeri.

Dalam mengantisipasi masa perayaan 40 hari, yang dimulai pada 25 Januari tahun ini, Kementerian Transportasi Cina mengatakan pihaknya merencanakan langkah-langkah tambahan untuk mendisinfeksi kereta, pesawat, dan bus untuk mencegah penularan penyakit.

Respons Cepat Pihak Berwenang Menghadapi Wabah Pneumonia Misterius

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) telah mengeluarkan peringatan untuk “wabah pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya” di Cina, mendesak orang Amerika untuk “menghindari hewan – hidup atau mati – dan pasar hewan, hindari kontak dengan orang sakit dan cuci tangan. sering dengan sabun dan air.”

Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI juga telah menerbitkan Siaran Pers terkait wabah penyakit pneumonia misterius ini untuk mengimbau masyarakat dan tenaga kesehatan. Tindak lanjut oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M.Kes juga telah diterapkan untuk mempersiapkan Kantor Kesehatan Pelabuhan di seluruh Indonesia, Rumah Sakit, dan Balai Laboratorium dan Tehnik Kesehatan Lingkungan. Hal ini diharapkan dapat memperketat proses skrining penumpang di bandara terkait penyakit pneumonia misterius ini, terutama bagi pelaku perjalanan dari Cina.

Unduh : Siaran Pers Kewaspadaan Penyakit Pneumonia Misterius yang Belum Diketahui Penyebabnya

Pria yang meninggal itu merupakan pelanggan tetap di pasar makanan laut di Wuhan, kata otoritas kesehatan. Perawatan tidak memperbaiki gejalanya setelah ia dirawat di rumah sakit dan ia meninggal pada malam 9 Januari ketika mengalami gagal jantung. Ia dinyatakan positif terkena virus, tambahnya.

Sebuah penyelidikan awal mengidentifikasi penyakit pernapasan sebagai coronavirus jenis baru, media pemerintah China melaporkan Kamis, mengutip para ilmuwan yang menangani penyelidikan.

Prof. David Hui Shu-cheong, seorang ahli pernapasan dan ketua Departemen Kedokteran dan Terapi di Chinese University of Hong Kong, mengatakan kepada NBC News bahwa ia merasa bahwa “risiko terhadap Hong Kong dan bagian lain dunia rendah” selama karena otoritas kesehatan di Wuhan dapat menahannya di sana.

“Mereka jauh lebih baik daripada tahun 2003 dalam menangani infeksi parah dalam hal transparansi dan ketepatan waktu,” tambahnya.


Sumber:

  • https://www.nbcnews.com/news/world/china-reports-first-death-outbreak-mystery-virus-n1114051
  • https://www.statnews.com/2020/01/11/first-death-from-wuhan-pneumonia-outbreak-reported-as-scientists-release-dna-sequence-of-virus/

 

Komentar