kriteria kejadian luar biasa

Mengenal Kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue

Meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) belakangan ini diharapkan dapat menyadarkan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya sendiri. Tingginya kasus suatu penyakit endemis tentu adalah cerminan daripada faktor-faktor internal, termasuk kewaspadaan masyarakat terhadap penjagaan lingkungan.

Pembuangan, penampungan, dan penumpukan sampah dan barang bekas contohnya, dapat menjadi lokasi yang kondusif untuk mendukung perkembang-biakan nyamuk Aedes. Terutama saat ini memasuki musim hujan dimana peningkatan terjadinya genangan air tak terhindari. Masyarakat harus secara gotong-royong bertindak sendiri untuk memilhara lingkungan, jangan tunggu pemerintah atau pelayan kesehatan untuk turun tangan membereskan sampah yang mereka tumpuk sendiri.

Kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue

Kriteria Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue menurut Permenkes 1501 Tahun 2010 adalah sebagai berikut:

1. Jumlah kasus baru DBD dalam periode bulan tertentu menunjukkan kenaikan dua kali lipat atau lebih dibandingkan angka rata-rata per bulan dalam tahun sebelumnya.

2. Timbulnya kasus DBD pada suatu daerah yang sebelumnya belum pernah terjadi.

3. Angka kematian DBD dalam kurun waktu tertentu menunjukkan kenaikan 50% atau lebih dibandingkan dengan periode sebelumnya dalam kurun waktu yang sama.

Adapun terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia berhubungan dengan berbagai faktor risiko, diantaranya adalah:

1. Faktor Kesadaran Lingkungan – Lingkungan yang masih kondusif untuk terjadinya tempat perindukan nyamuk Aedes sp.

2. Faktor Kebersihan – Pemahaman masyarakat yang masih terbatas mengenai pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN)  3M Plus.

3. Faktor Manipulasi Perluasan Daerah Endemik akibat perubahan dan manipulasi lingkungan yang terjadi karena urbanisasi dan pembangunan tempat pemukiman baru.

4. Faktor Peningkatan Mobilitas Penduduk.