menjaga keamanan taman bermain anak

Menjaga keamanan tempat bermain anak

Bermain adalah salah satu kegiatan yang paling penting dalam menunjang tumbuh kembang anak. Namun tidak banyak orang tua yang memperhatikan kondisi lingkungan tempat bermain anak. Dalam pertumbuhan dan perkembangan si kecil, aktivitas belajar dan bermain dapat dilakukan di rumah sendiri, taman bermain (playground), atauapun tempat penitipan anak (daycare facility). Maka dari itu kebersihan lingkungan tempat bermain menjadi faktor penentu yang harus diperhatikan.

Terlebih pada kota-kota besar seperti di Jakarta, dimana kedua orangtua seringkali bekerja hingga larut, terjadi peningkatan signifikan jumlah peserta tempat penitipan anak dalam lima tahun terakhir. Tempat penitipan anak dapat bervariasi dari mulai PAUD yang dikelola oleh baik pemerintah maupun swasta, hingga daycare centre yang bergengsi dan dikelola secara profesional. Di era industrialisasi seperti ini, si kecil semakin banyak menghabiskan sebagian besar waktu mereka di tempat pendidikan seperti PAUD (playgroup / pre-school), TK (kindergarten), sekolah, maupun tempat bermain dan tempat penitipan anak (playground, children’s gym, daycare center).

Oleh karena itu, tempat pendidikan anak usia dini dan tempat penitipan anak memiliki peran yang sangat penting dalam perlindungan kesehatan anak. Terutama mengingat bahwa risiko paparan terhadap bahaya kesehatan lingkungan (environmental health hazard) lebih tinggi karena daya tahan tubuh yang belum terbentuk dengan baik. Terlebih lagi apabila si kecil memiliki masalah kesehatan bawaan lainnya.

Paparan dini terhadap bahaya kesehatan lingkungan terbukti dapat mempengaruhi perkembangan persarafan dan pernafasan si kecil, serta dapat memicu komplikasi kesehatan jangka panjang, seperti asma. Orang tua muda perlu menyadari untuk melindungi si kecil dari:

• pencetus asma seperti asap rokok, tungau, jamur, serangga;
• bahan kimiawi dari cairan pembersih, plastik, cat dan spidol mewarnai, dan peralatan dapur;
• logam berat seperti kandungan timah dan cadmium pada air minum masak;
• kualitas udara luar dan ventilasi dalam rumah; dan lain sebagainya;
• penyakit menular (seperti influenza, campak, cacar, dsb) dari teman bermain, guru dan pengasuh, dan tempat bermain anak yang tidak higienis.

Hingga saat ini, belum ada peraturan universal yang diterapkan untuk menjaga keamanan lingkungan dan pencegahan penularan penyakit menular pada tempat belajar dan tempat bermain anak usia dini. Hingga saat ini, umumnya SOP pengelolaan keamanan dan pencegahan penyakit menular umumnya diatur secara mandiri oleh pihak pengelola tempat belajar, penitipan, dan tempat bermain anak usia dini. Peraturan Pemerintah yang ada seperti UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan PP RI No. 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan tidak membahas maupun mengatur mengenai standarisasi kebersihan, keamanan, dan pencegahan penyakit menular secara spesifik pada tempat belajar, penitipan, dan tempat bermain anak usia dini.

Meskipun melindungi si kecil dari hal-hal yang seringkali tidak kasat mata dapat terasa sulit, namun secara perlahan mengenali potensi paparan lingkungan kesehatan dan bertindak melawan hal-hal tersebut akan membantu memastikan bahwa si kecil aman di mana pun mereka belajar dan bermain. Para orang tua muda juga dapat mengikuti kelas-kelas parenting dasar untuk mendapatkan bimbingan dan meningkatkan wawasan agar dapat menjaga kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan si buah hati dengan lebih baik.