vaksinasi influenza

Pentingnya vaksinasi influenza di musim flu 2018

Musim flu kembali melanda, yang berarti terjadinya peningkatan peluang mutasi pada virus. Mutasi virus influenza tipe A sangat cepat sekali terjadi, yang mengakibatkan tingginya laju penularan dan sulitnya dilakukan pengobatan dengan obat antiviral. Tingginya kematian akibat komplikasi penyakit flu dari laporan tahun lalu mendesak otoritas kesehatan dunia untuk mengambil tindakan pencegahan.

Bagi kebanyakan orang, penyakit flu mungkin hanya dianggap mengganggu, menyebabkan nyeri sendi dan rasa ngilu, batuk, bersin, dan hidung tersumbat selama beberapa minggu. Namun bagi anak kecil dan lanjut usia, penyakit ini ternyata sangat mudah menyebabkan kematian. Berdasarkan laporan WHO (Lembaga Kesehatan Dunia; World Health Organization) tahun 2018, yang menyatakan bahwa musim flu terakhir adalah salah satu yang paling mematikan, sehingga bahkan terdapat laporan kematian orang dewasa muda.

CDC (Center of Disease Control) sebagai Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Amerika Serikat mengeluarkan peringatan mendesak agar masyarakat melakukan tindakan pencegahan secepatnya. Salah satu cara yang terbaik untuk melawan influenza adalah dengan melakukan vaksinasi. Anak sejak usia 1 (satu) tahun dan ibu hamil dapat melakukan vaksinasi untuk mencegah kematian akibat komplikasi infeksi Influenza. Menurut pakar, Assoc. Prof. Dr. Gulam Khandaker, PhD dari University of Sydney pada simposium internasional JACIN (Jakarta Allergy & Clinical Immunology Network), vaksinasi influenza dapat menurunkan peluang penularan serta kematian akibat komplikasi dari infeksi virus flu, dan menurunkan tingkat keparahan apabila pun sakit.

Vaksinasi influenza pada ibu hamil selain dapat melindungi ibu selama masa kehamilan, dapat juga mewariskan antibodi kepada bayi baru lahir dan melindunginya selama 1 tahun pertama kehidupan.

Perlu diingat juga bahwa flu atau penyakit influenza bukanlah sekedar “pilek-pilek biasa” seperti yang umumnya diketahui oleh orang awam. Penyakit infeksi saluran napas atas (ISPA) yang umumnya dianggap ringan oleh masyarakat dikenal sebagai selesma atau common-cold. Apabila dibandingkan dengan common-cold, penderita Influenza umumnya memiliki gejala (demam, hidung tersumbat, nyeri sendi, nyeri kepala, letih, dsb) yang lebih hebat dan dengan durasi yang lebih panjang (3-7 hari vs 1-3 minggu).

Berdasarkan laporan musim influenza tahun 2017-2018 , WHO mengestimasikan kematian yang diakibatkan oleh influenza mencapai 646,000 jiwa. Di Amerika Serikat Sendiri, Dr. Robert Redfield selaku ketua CDC melaporkan 80,000 kematian terjadi karena influenza di tahun 2017. Sehubungan dengan terjadinya peningkatan kasus influenza A(H3N2) di Australia, Amerika, Inggris dan beberapa negara lain yang terletak di hemisfer utara, Kementerian Kesehatan mulai mengaktifkan alert system di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang ada di Bandara dan pelabuhan sebagai pintu masuk negara.