Perlukah Vaksinasi untuk Dewasa?

Bertambahnya usia seseorang tidak berarti mengurangi kebutuhannya akan vaksinasi. Bahkan, beberapa jenis vaksinasi sangat direkomendasikan untuk diberikan pada usia dewasa. Meski telah mendapatkan vaksinasi lengkap saat anak-anak, namun vaksinasi saat dewasa pun tetap diperlukan. Sebab kekebalan dari vaksinasi tersebut dapat berkurang, sehingga risiko terhadap penyakit akan selalu muncul.

Sayangnya, belum banyak orang yang menyadari pentingnya vaksinasi dalam mencegah penularan penyakit di usia dewasa. Hal ini mengakibatkan minimnya jumlah orang dewasa yang melakukan vaksinasi sesuai anjuran. National Foundation for Infectious Diseases (NFID) di Amerika Serikat menampilkan fakta bahwa pada setiap tahunnya, jumlah kematian orang dewasa karena penyakit yang dapat dicegah melalui vaksinasi memiliki angka lebih tinggi daripada kecelakaan lalu lintas, kanker payudara, dan HIV/AIDS.

Kebutuhan vaksinasi pada usia dewasa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, gaya hidup, kondisi kesehatan, rencana perjalanan internasional, riwayat vaksinasi sebelumnya, dan wabah penyakit yang sedang terjadi di daerah tertentu. Center for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan beberapa vaksinasi pada usia dewasa, di antaranya:

  • Influenza
    Semua orang yang berusia lebih dari 6 bulan harus mendapatkan vaksinasi flu setiap tahun sebagai cara terbaik mengurangi risiko flu dan komplikasi yang berpotensi serius.
  • Pertusis, juga dikenal sebagai batuk rejan
    Vaksin Tdap direkomendasikan untuk semua orang dewasa yang belum pernah menerima vaksinasi Tdap dan untuk wanita pada tiap kehamilan.
  • Herpes Zoster
    Vaksinasi Herpes Zoster direkomendasikan untuk orang dewasa yang sehat dan berusia lebih dari 50 tahun.
  • Pneumokokus 
    Vaksinasi Pneumokokus direkomendasikan untuk orang dewasa berusia lebih dari 65 tahun, pun orang dewasa dengan kondisi kesehatan khusus (diabetes, HIV/AIDS, kanker, gagal ginjal, penyakit autoimun).
  • Hepatitis B 
    Vaksinasi Hepatitis B sebaiknya diulang saat berusia lebih dari 19 tahun, terutama mereka dengan risiko tinggi (aktif seksual, pengguna narkotika suntik, tato, men who have sex with men) dan orang dewasa dengan kondisi kesehatan khusus.

Vaksinasi lain juga dibutuhkan sebagai perlindungan terhadap HPV (Human Papillomavirus, yang dapat menyebabkan kanker tertentu), hepatitis A, penyakit peningokokus, cacar air (Varicella), serta campak (Measles), gondong (Mumps), dan Rubella.

Vaksinasi merupakan salah satu cara yang terbukti paling efektif untuk menjaga kesehatan dari risiko penularan penyakit. Adapun risiko efek samping pemberian vaksinasi umumnya ringan dan self-limiting.

Penulis : Seli Gustiani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *