Risiko Kematian Akibat Flu pada Lansia

Flu pada Lansia merupakan keadaan yang patut mendapatkan perhatian khusus. Hal ini dikarenakan beban dan risiko penyakit Flu pada Lansia yang cukup tinggi dan mengkhawatirkan kelompok populasi ini.

Flu pada lansia patut untuk mendapatkan perhatian khusus. Hal ini disebabkan oleh tingginya beban dan risiko penyakit flu pada lansia, serta sangat mengkhawatirkan bagi kelompok populasi ini.

Lansia, yang secara umum dikategorikan sebagai seseorang dengan usia di atas 60 tahun, mempunyai tantangan kesehatannya sendiri. Selain penyakit degeneratif atau penyakit yang disebabkan oleh proses penuaan, kekebalan tubuh lansia juga sudah sangat menurun. Hal ini membuat lansia sangat mudah terserang virus. Contohnya, influenza yang seringkali diremehkan oleh masyarakat Indonesia secara umum, dapat menyebabkan komplikasi yang berat pada kelompok usia ini.

“Flu seringkali dianggap penyakit yang ringan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Hal ini merupakan kesalahpahaman dan kurangnya edukasi ke masyarakat mengenai jenis-jenis ISPA. Influenza sendiri merupakan salah satu virus yang kompleks karena sangat mudah bermutasi, dengan gejala yang jauh lebih berat dibanding ISPA karena rhinovirus misalnya,” jelas dr. Anidia Putri, salah seorang dokter di Klinik Pencegahan Penyakit Menular Vaxcorp Indonesia, saat berdiskusi mengenai wabah global (pandemi) influenza yang saat ini sedang terjadi.

Infeksi flu umumnya berdampak lebih berat pada balita dan lansia, dengan risiko komplikasi yang cukup tinggi. Influenza pada lansia dapat menurunkan daya tahan tubuh dan berpotensi komplikasi berat, seperti infeksi paru atau pneumonia. Masyarakat berusia dewasa dan dewasa muda secara umum, terutama yang tidak rutin melakukan vaksinasi influenza setiap tahun, sangat berpotensi untuk menularkan virus kepada balita dan lansia. Meskipun individu tersebut tidak sadar akan adanya gejala penyakit.

Pelaksanaan program vaksinasi influenza tahunan sebaiknya lebih disosialisasikan oleh tenaga medis dan pemerintah. Kurangnya komunikasi dan anjuran kepada masyarakat saat ini berakibat ketidaktahuan akan pentingnya melakukan vaksinasi influenza setiap tahun di seluruh golongan usia, terutama vaksinasi flu pada lansia. Selain vaksinasi flu pada lansia, kelompok populasi berusia di atas 65 tahun sebaiknya mendapatkan setidaknya 1 (satu) dosis vaksinasi pneumonia (infeksi paru) menggunakan vaksin PCV13, dan juga 1 (satu) dosis PCV23 1 (satu) tahun kemudian apabila tersedia. Vaksinasi pneumonia ini sangat penting sebagai perlindungan tambahan terhadap bakteri pneumokokal yang seringkali menjadi koinfeksi dan komplikasi influenza pada kelompok usia lanjut.

Flu pada Lansia merupakan keadaan yang patut mendapatkan perhatian khusus. Hal ini dikarenakan beban dan risiko penyakit Flu pada Lansia yang cukup tinggi dan mengkhawatirkan kelompok populasi ini.

Lansia, yang secara umum dikategorikan sebagai seseorang dengan usia di atas 60 tahun, mempunyai tantangan kesehatannya sendiri. Selain penyakit degeneratif atau penyakit yang disebabkan oleh proses penuaan, kekebalan tubuh lansia juga sudah sangat menurun. Hal ini membuat lansia sangat mudah terserang virus. Influenza yang seringkali diremehkan oleh masyarakat Indonesia secara umum, dapat menyebabkan komplikasi yang berat pada kelompok usia ini.

“Flu seringkali dianggap penyakit yang ringan oleh mayoritas masyarakat Indonesia, hal ini merupakan kesalahpahaman dan kurangnya edukasi ke masyarakat mengenai jenis-jenis ISPA. Influenza sendiri merupakan salah satu virus yang kompleks karena sangat mudah bermutasi, dengan gejala yang jauh lebih berat dibanding ISPA karena rhinovirus misalnya,” jelas dr. Anidia Putri, salah seorang dokter di Klinik Pencegahan Penyakit Menular Vaxcorp Indonesia saat berdiskusi mengenai wabah global (pandemi) Influenza yang saat ini sedang terjadi.

Dampak infeksi Flu umumnya lebih berat pada balita dan lansia, dengan risiko komplikasi yang cukup tinggi. Influenza pada lansia dapat menurunkan daya tahan tubuh dan berpotensi komplikasi berat, seperti infeksi paru atau Pneumonia. Masyarakat berusia dewasa dan dewasa muda secara umum, yang tidak rutin melakukan vaksinasi Influenza setiap tahun sangat berpotensi untuk menularkan virus kepada balita dan lansia, meski tanpa sadar akan gejala penyakit

Program vaksinasi Influenza tahunan sebaiknya lebih digiatkan oleh Tenaga Medis dan Pemerintah. Kurangnya komunikasi dan anjuran kepada masyarakat saat ini, mengakibatkan ketidaktahuan akan pentingnya melakukan vaksinasi Influenza setiap tahun di seluruh golongan usia, terutama vaksinasi Flu pada Lansia.

Selain vaksinasi Flu pada Lansia, kelompok populasi berusia di atas 65 tahun sebaiknya mendapatkan setidaknya 1 (satu) dosis vaksinasi Pneumonia (infeksi paru) menggunakan vaksin PCV13, dan juga 1 (satu) dosis PCV23 1 (satu) tahun kemudian apabila tersedia. Vaksinasi untuk pneumonia ini sangat penting sebagai perlindungan tambahan terhadap bakteri pneumokokal yang seringkali menjadi koinfeksi dan komplikasi Influenza pada kelompok usia lanjut.

Vaksinasi pneumonia pada lansia di Indonesia belum diwajibkan, meski terdapat angka sakit yang cukup tinggi. Angka kematian pneumonia secara global mencapai 2.7 juta pada tahun 2017 menurut Global Burden of Diseases (GBD). 1.1 juta di antaranya berusia di atas 70 tahun. Dikatakan bahwa kematian terjadi setidaknya 30% dari kasus pneumonia pada lansia.

Penulis: dr. Nadim

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *