pencegahan hepatitis a

Vaksinasi: Strategi Pencegahan Hepatitis A

Hepatitis A menyerang lebih dari 1,000 orang di kabupaten Pacitan. Menurut Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, penularan penyakit hepatitis A disebabkan oleh kurangnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di masyarakat.

Sebelumnya, peningkatan kasus Hepatitis A terbilang cukup tinggi di berbagai daerah lain. Jelas terlihat bahwa pola penyebaran penyakit ini cukup cepat, sehingga diperlukan kesadaran pada masyarakat untuk menerapkan tindakan pencegahan hepatitis A yang efektif. Selain menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), vaksinasi juga sangat diperlukan untuk mencegah penularan hepatitis A.

Hepatitis A merupakan satu dari lima jenis hepatitis viral (hepatitis A, B, C, D, dan E) yang ditularkan oleh infeksi virus berbeda. Meskipun berbeda, namun gejala penyakit yang ditimbulkan nampak serupa. Hepatitis dapat menyebabkan peradangan hati, dan jika tidak ditangani dengan baik, maka dapat berisiko kematian. Untuk pencegahan hepatitis A, sangat disarankan agar setiap orang melakukan vaksinasi sebagai langkah yang terbukti aman dan paling efektif untuk mengurangi penyebaran virus.

penyebaran hepatitis a

Seseorang yang terinfeksi hepatitis A umumnya akan merasakan demam, mudah lelah, kehilangan nafsu makan, mual, muntah, nyeri sendi, sakit perut dan diare, atau penyakit kuning. Anak-anak sering tidak menunjukkan gejala, dan umumnya dirasakan lebih berat pada orang dewasa.

Vaksinasi sebagai Strategi Pencegahan Hepatitis A

Terdapat tiga vaksin yang berguna untuk melindungi diri dari hepatitis A, antara lain: 

  1. Vaksin hepatitis A; melindungi bayi, anak-anak, hingga orang dewasa,
  2. Vaksin kombinasi hepatitis A dan B; melindungi orang dewasa dari hepatitis A dan B,
  3. Vaksin kombinasi hepatitis A dan Tifoid.

hepatitis a

Contoh kasus di Amerika Serikat menjadi bukti nyata bahwa vaksin hepatitis A sangat berpengaruh dalam menurunkan angka penularan virus. Beberapa orang yang menderita hepatitis A mungkin hanya mengalami penyakit ringan, tapi dalam beberapa kasus, hepatitis A bisa menyebabkan infeksi hati yang berat hingga kematian. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan anak-anak berusia 12 sampai 23 bulan untuk mendapat vaksin ini.

Pencegahan hepatitis A dengan vaksin dinilai memiliki efektivitas tinggi dengan angka proteksi 94-100%. Vaksin ini tergolong aman dan dapat ditoleransi dengan baik. Vaksin Hepatitis A, yang disuntikkan pada bagian lengan atas, akan memberikan perlindungan setelah 15 hari sejak penyuntikkan dan dapat bertahan selama 20-50 tahun.

Dosis dan jadwal vaksin HAV disesuaikan berdasarkan umur. Dewasa dengan usia >19 tahun diberikan 2 dosis tambahan dengan jarak antar dosis 6-12 bulan. Sedangkan anak usia >2 tahun dapat diberikan 2 atau 3 dosis.

Sumber : CNN Indonesia 
Penulis : Seli Gustiani, Amd.Kep