infeksi virus corona pada ibu hamil dapat mengakibatkan keguguran

Virus Corona Pada Ibu Hamil Dapat Mengakibatkan Keguguran

 

Virus Corona Pada Ibu Hamil Dapat Mengakibatkan Keguguran. Munculnya virus corona yang pertama kali mewabah di Kota Wuhan, Cina ini tentunya membuat banyak orang khawatir. Meskipun memiliki kemiripan, virus baru yang disebut disebut dengan Novel Coronavirus (2019-nCoV) ini merupakan jenis baru dan berbeda dari virus ini penyebab SARS (SARS-nCoV) dan MERS (MERS-CoV). Gejala yang ditimbulkan dari infeksi virus ini mirip seperti pneumonia, di antaranya sesak nafas, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, hingga demam.

Virus Corona hingga kini diketahui memiliki tingkat kematian (mortality rate) sekitar 4%. Virus MERS (Middle East Respiratory Syndrome), pertama kali dilaporkan terjadi di Timur Tengah pada 2012 dan dapat mengakibatkan gangguan pernafasan dengan gejala yang jauh lebih serius.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, tiga sampai empat dari sepuluh pasien yang terinfeksi MERS meninggal dunia. Contoh penyakit lainnya yang disebabkan oleh virus corona adalah SARS (Severe acute respiratory syndrome), yang juga dapat mengakibatkan gejala yang serius terhadap pernafasan dan juga dapat mengakibatkan diare, kelelahan, nafas pendek, gagal nafas, hingga gagal ginjal. Dibandingkan dengan novel Coronavirus ini, tingkat kematian SARS sekitar 10% dan MERS sekitar 35% dari seluruh kasus SARS dan MERS yang terjadi, dengan pasien manula merupakan kelompok populasi yang lebih rentan.

Penularan dan Perkembangan Gejala Infeksi Virus Corona

Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dr Daeng Mohammad Faqih mengatakan bahwa virus corona dapat ditularkan dari hewan ke manusia maupun antar manusia. Penularan virus ini dapat terjadi melalui cairan batuk dan bersin maupun makanan yang terkena air liur orang yang terinfeksi virus mematikan tersebut.

Jenis virus baru ini dapat menyerang siapa saja, tak terkecuali anak-anak, lansia, hingga infeksi virus corona pada ibu hamil. Sampai saat ini memang belum ditemukan kasus ibu hamil yang terkena infeksi virus corona jenis baru ini. Meski begitu, sistem kekebalan tubuh yang cenderung menurun saat hamil mengakibatkan tubuh lebih berisiko terserang penyakit.

gejala infeksi coronavirus

Bahaya Infeksi Virus Corona pada Ibu Hamil

Bagi wanita hamil, infeksi virus corona jenis baru ini tak hanya membahayakan bagi ibu namun juga dapat memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan. Sebagai contohnya, pada kasus MERS dan SARS, terjadi peningkatan risiko keguguran spontan, bayi lahir mati (stillbirth), hingga penyakit kritis dalam kehamilan.

Berbagai penelitian mengenai bahaya infeksi virus corona pada ibu hamil telah dilakukan. Sebagai contohnya, penelitian yang dilakukan di Hong Kong pada tahun 2004 melaporkan bahwa ibu hamil yang positif SARS-CoV rentan mengalami keguguran spontan, proses persalinan prematur, bahkan gangguan intrauterine growth restriction (IUGR) atau kondisi dimana ukuran dan berat janin tidak sesuai dengan usia janin yang seharusnya. Berdasarkan penelitian yang sama dinyatakan bahwa sejauh ini belum diketahui apakah virus SARS dapat diturunkan ke bayi yang dikandung atau tidak.

Penelitian lain yang dilakukan di Yordania pada tahun 2014 menemukan adanya kasus ibu hamil diduga terkena infeksi MERS-CoV yang melahirkan bayi lahir mati pada saat usia kehamilan memasuki trimester kedua. Penyakit pernapasan akut yang disebabkan oleh virus corona ini memutus aliran oksigen ke janin sehingga bayi dalam kandungan tidak dapat berkembang dengan sempurna.


(SHC)

Komentar