demam berdarah dengue (DBD)

Waspada Demam Berdarah Dengue (DBD) 2019, Peningkatan Kasus Mulai Meresahkan

Pencatatan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pada akhir Januari 2019 meningkat 121.8% dibanding Januari tahun lalu. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilaporkan adalah sebanyak 13,683 penderita di 34 Propinsi. Dari pasien yang dilaporkan tersebut, 132 kasus dilaporkan meninggal dunia.

Angka tersebut sudah lebih dari 2 kali lipat apabila dibandingkan dengan angka pada Januari 2018, yaitu sebanyak 6.167 penderita dan 43 kasus meninggal dunia. Meskipun demikian, menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, status Kejadian Luar Biasa (KLB) belum dinyatakan, karena masih di bawah angka rata-rata penyakit (morbidity rate) di tahun-tahun sebelumnya.

Kasus tertinggi Demam Berdarah Dengue (DBD) dilaporkan terjadi di Jawa Timur dan disusul dengan Jawa Barat, yaitu sebanyak 2657 dan 2008 kasus dengan jumlah kematian 47 dan 11 kasus secara berurutan.

Menurut Nadia, puncak kejadian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) pernah terjadi pada 2016 yang mencapai 204,171 penderita dengan jumlah kematian mencapai 1.598 kasus. Selama 2 tahun terakhir angka tersebut terus menurun. Pada 2017 terdapat 68,407 kasus dengan jumlah kematian 493 kasus dan pada 2018 mencapai 53,075 kasus dengan jumlah kematian mencapai 344 kasus.

”Dalam kondisi seperti ini, semua pihak harus peduli, tidak hanya berharap pada pelayanan kesehatan, tidak hanya berharap pada petugas kesehatan, tapi juga aktivitas Pokjanal DBD di daerah ini harus dikerahkan karena persoalannya adalah lingkungan, tanpa sadar kita membiarkan nyamuk bersarang di lingkungan kita karena tingkat kepedulian rendah,”

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI – drg. Oscar Primadi, MPH

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah masalah lingkungan, perlu sikap kepedulian setiap individu

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa seringkali kasus yang dilaporkan merupakan fenomena gunung es. Masyarakat perlu tetap waspada untuk mulai menerapkan tindakan preventif. Penerapan konsep “Satu Rumah, Satu Jumantik” akan cukup efektif , yaitu dengan memantau secara mandiri faktor-faktor yang dapat menjadi sarang nyamuk. Jangan biarkan adanya genangan air yang tertampung pada barang-barang bekas, lakukan pengurasan bak mandi secara teratur, dan hindari membiarkan pakaian bekas pakai tergantung.

Indonesia merupakan endemis DBD, masalah DBD adalah masalah lingkungan, dan cara mengatasinya perlu tindakan tidak hanya dari pemerintah tapi dari setiap individu di lingkungannya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *